Selasa, 20 Januari 2015

Fanfiction: Friendship and Love?




Author: @njiipink // @qsthimn


Main Cast:


Rongek (Chorong Apink)


Juyu (Namjoo Apink)


Kidso (Eunji Apink)


Minho (Shinee)


Taemin (Shinee)


Genre: Sad, Friendship


Length: one shoot


NB: Author buat Fanfiction ini untuk mengikuti event yang diadakan @APINKFAMSQ dan sengaja Author repost ulang agar kalian bisa membaca juga. Leave comment ya!^^ Kamsa~






Sebut saja namanya Rongek. Dia adalah gadis berumur 16 tahun yang bersekolah di sekolah asrama khusus putri. Orang tua Rongek sering meninggalkannya ke luar negeri untuk bekerja. Rongek tidak punya teman sejak kecil dan hidup dengan seorang 'penjaga' yang tidak bisa dilihat oleh siapa pun kecuali dirinya. Rongek hidup dengan 'penjaga' itu dari ia kecil.



Saat Rongek kecil, ia takut dengan kehadiran penjaga itu. Tetapi setiap saat Rongek terkena musibah, penjaga itu selalu menolongnya. Rongek pun lama-lama terbiasa dengan kehadirannya dan tidak takut lagi.




Hari ini adalah upacara menyambutan siswi baru di Sekolah Asrama Keputrian. Rongek sekarang sudah duduk di bangku SMA kelas 1, dia masih tidak memiliki teman dan sulit bersosialisasi.



Saat Rongek berdiam diri di tempat duduknya, ada dua orang siswi yang terlihat ingin berkenalan dengan Rongek. "Hai, sepertinya kau melamun saja daritadi. Namamu siapa?" sapa teman sekelas barunya itu. "Hai namaku Rongek, maaf kalau aku terlihat tidak peduli dan tidak ingin berkenalan dengan kalian. Tetapi, aku ini orangnya sangat tidak suka bersosialisasi dengan orang lain. Mungkin kau bisa mencari teman selain aku." jawab Rongek yang mungkin terlihat angkuh. "Kau sepertinya lebih suka sendiri ya? Namaku Kidso, dan ini temanku Juyu." jawab Kidso, "Hai Rongek, maaf ya kalau kami mengganggumu, kami hanya ingin tau namamu saja kok. Kidso, ayo kita kenalan dengan yang lain saja." kata Juyu yang rada kesal setelah mendengar jawaban Rongek yang kurang sopan. "Kalau begitu sampai jumpa, Rongek" Kidso pergi keluar kelas dengan Juyu, Rongek hanya membuang muka. Saat istirahat, Kidso dan Juyu pergi ke toilet. "Juyu, aku penasaran dengan anak itu." kata Kidso sambil membereskan rambutnya. "Siapa? Rongek? Sepertinya dia harus tau caranya bersosialisasi dan beretika yang baik. Dia sangat menyebalkan bagiku. Jangan sampai kita berteman ya dengannya." kata Juyu. Singkat cerita, bel pembelajaran sudah selesai, saatnya para siswi kembali ke asramanya. Letak gedung asramanya di sebelah gedung sekolahnya, jadi tidak terlalu jauh untuk para siswi kembali ke asrama. Gedung asrama ini memiliki 4 tingkat yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti lift, ruang makan bersama dan beberapa pembantu untuk merapikan kamar, memasak, dan lain-lain.



Hari ini pertama kalinya para siswi memasuki gedung asrama dan pembagian teman sekamar. Satu kamar hanya diisi 3 siswi. Saat melihat kertas pembagian kamar di papan pengumuman, 'penjaga' membisiki Rongek, "Nona, kau beruntung kali ini. Kau akan sekamar dengan Juyu dan Kidso di ruang 27 lantai 2. Kau ingat siswi yang tadi mengajakmu berkenalan di kelas? Sepertinya sebentar lagi kau akan memiliki teman." kata 'penjaga' itu. "Apa? Aku tidak butuh teman. Ada kau saja sudah cukup bagiku, mengerti? Jadi tetaplah bersamaku sampai aku mati." bisik Rongek kepada 'penjaga'. 



Saat memasuki kamar, nampaknya Kidso dan Juyu sedang merapikan pakaiannya di kamar. "Hei kau, siapa suruh kau masuk kesini?" kata Juyu yang sedikit kasar. "Hei Juyu, sudahlah. Kita memang sekamar dengannya." kata Kidso pelan. "Maaf tadi aku bersikap kurang sopan saat berkenalan." kata Rongek dengan raut wajah yang tidak begitu peduli. "Baiklah, Rongek. Mari berteman!" kata Kidso, Rongek hanya tersenyum paksa. "Hei bukankah aku sudah memperingatimu di toilet tadi? Jangan sampai kita berteman dengannya." bisik Juyu pada Kidso. "Sudahlah, lupakan kejadian tadi pagi, Juyu. Dia sepertinya baik kalau kita baikin." jawab Kidso.



Rongek merasa kurang nyaman dengan sikap Juyu. Dan timbul rasa penasaran Rongek kepada Juyu dan Kidso. Kenapa mereka ingin berkenalan dengannya, padahal sejak dulu tidak ada satu orang pun yang mau mengajak berkenalan Rongek, meliriknya saja sudah tidak mau.



Lama-kelamaan Rongek merasa nyaman berteman dengan Kidso dan Juyu, walaupun sikap dinginnya belum juga hilang. 'Penjaga' Rongek pun sudah jarang terlihat, ia lebih memilih tinggal di asramanya dibanding ikut ke gedung sekolah.



Setiap hari Sabtu dan Minggu, para siswi diperbolehkan meninggalkan asrama sampai jam 7 malam. Rongek, Juyu, dan Kidso kadang menonton bioskop atau sekedar makan di cafe. Rongek mulai bisa tertawa lepas dan sudah merasa sangat nyaman berteman dengan Kidso dan Juyu. Sama halnya dengan Juyu yang awalnya sangat kesal dengan Rongek.



Saat makan di cafe langganannya, Rongek melihat ada dua orang pria yang sepertinya mukanya tidak asing. Rongek baru ingat, kalau mereka adalah Taemin dan Minho, teman satu tempat les saat Rongek masih SMP. Kidso memperhatikan Rongek yang melamun melihat kedua pria itu. "Rong, kau kenapa?" Kidso kebingungan, Juyu terlihat tidak peduli karena sedang melahap es krimnya sambil memainkan hp. "Hah? Tidaak, aku hanya melihat dua pria itu, sepertinya aku pernah melihatnya." kata Rongek. "Yang itu? Ah itu teman SMP-ku, Minho dan Taemin. Kau mengenalnya?" jawab Kidso. "Ah tidak, sudah tau dari dulu aku tidak mempunyai teman, apalagi dia laki-laki." kata Rongek. "Mau dipanggilin kesini gak? Makan bareng aja biar seru, yaya?" kata Kidso, tiba-tiba Kidso memanggil mereka, "Minho! Taemin! Sini gabung dengan kami! Masih ada tempat kok haha." Kata Kidso kepada dua pria itu. "Loh Kidso? Ngapain disini? Bukannya kau sekolah asrama putri?" kata Minho, Taemin hanya mengangguk tanda meng-iya-kan perkataan Minho. "Hari ini hari bebas keluar asrama, Juyu nih ada Minho dan Taemin." Kidso mencolek pundak Juyu. "Ah hai Minho, Taemin. Apa kabar? Ohiya kenalin ini teman kami, Rongek." kata Juyu. "Rongek? Sepertinya aku pernah mendengar namanya." kata Taemin. "Iya pernah, di tempat les waktu kita SMP." kata Minho yang juga baru ingat. "Hai, apa kabar? Maaf kalau aku terlalu dingin." kata Rongek. "Iya tenang saja." kata Minho singkat dan sambil tersenyum. Tanpa disadari Rongek juga ikut tersenyum. Hari itu mereka berlima main bersama. Begitu pula minggu-minggu berikutnya. Mereka menjadi teman yang sangat dekat sejak awal bertemu di cafe.



Suatu malam, Rongek tidak bisa tidur disaat Kidso dan Juyu sudah pulas. Rongek ditemani mengobrol dengan 'penjaganya', "sepertinya ada sesuatu yang aneh, penjaga. Setiap aku melihat Minho tersenyum kepadaku, kenapa aku merasa berdebar ya? Apa aku kurang sehat?" kata Rongek. 'Penjaga' itu tersenyum dan berkata, "tenang saja, Nona. Itu hal yang biasa saat kamu diumur segini. Mungkin kau sudah mulai jatuh cinta dengannya". Rongek tidak mengerti dan tidak menjawab perkataan 'penjaga'nya itu.



Keesokan paginya, Rongek mengecek hpnya dan ada sms 'hai rongek, ini aku minho. Semoga harimu menyenangkan:)', Rongek tersenyum dan bingung Minho dapat nomernya dari siapa. Akhirnya Rongek hanya membalas 'ya, semoga harimu menyenangkan juga.'



Saat pulang sekolah, Rongek menerima pesan dari Minho, 'Rong, kalau tidak ada acara maukah main denganku hari sabtu ini?', Rongek tersenyum dan hanya menjawab 'ok'.



Hari Sabtu pun tiba. Rongek bersiap untuk bertemu dengan Minho. "Rong, mau kemana kamu?" kata Juyu. "Ah aku ingin keluar sebentar, orang tuaku hari ini pulang." kata Rongek berbohong. Rongek tidak mau ketahuan kalau dia akan pergi menemui Minho. Hari itu, Rongek jalan berdua dengan Minho. Rongek senang sekali, baru kali ini dia jalan berdua dengan laki-laki. Rongek selalu berdebar saat bertemu Minho. Di minggu-minggu berikutnya juga mereka jalan berdua. Kini mereka sudah sangat dekat dan Rongek seperti sangat berharap dengan Minho. Minho adalah laki-laki pertama yang bisa diandalkan. Mereka sering menghabiskan waktu liburan mereka bersama. Walaupun mereka hanya berteman, tetapi kadang mereka sudah seperti orang pacaran.



Suatu hari saat libur akhir pekan tiba, Rongek tidak ada janji bertemu dengan Minho. Tetapi Rongek memiliki firasat kalau Minho pasti ada di cafe langganannya itu untuk sekedar minum kopi. Pagi ini Juyu dan Kidso sudah tidak ada di kamar, mereka pergi keluar. Akhirnya Rongek memutuskan pergi ke cafe untuk melihat Minho. Tapi saat di jalan menuju cafe, Rongek melihat Minho, Taemin dan perempuan lain yang sudah tidak asing lagi bagi Rongek. Ya, itu Kidso dan Juyu. "Sedang apa mereka? Sepertinya mereka dekat sekali?" Rongek bertanya dalam hati. Saat itu Minho sedang berpegangan tangan dengan Kidso. Rongek sakit hati melihatnya, wajah Rongek memerah dan tidak kuat lagi membendung air matanya. Rongek lari menuju asramanya. Rongek tidak henti-hentinya menangis di kamar asrama.



Saat jam 6 malam, Kidso dan Juyu baru sampai di asrama. Saat memasuki kamar, Kidso dan Juyu melihat Rongek yang sedang menangis di tempat tidurnya. "Rong kau kenapa?" kata Juyu. "Rongek ceritalah, kami siap membantumu." kata Kidso. Rongek menghapus air matanya dan menatap mata Kidso. "Sejak kapan kau sedekat itu dengan Minho?" kata Rongek yang masih berkaca-kaca. "Ceritanya panjang, Rong. Ada apa kau bertanya seperti itu?" kata Kidso. Rongek tidak menjawab dan kembali melelapkan wajahnya ke bantal sambil menahan tangisannya. Kidso yang khawatir melihat Rongek seperti itu akhirnya menceritakannya.



Dulu saat SMP, Kidso sempat berpacaran dengan Minho. Tetapi saat memasuki bulan ke-6 mereka pacaran, Kidso memilih memutuskan Minho dengan alasan yang tak jelas. Sejak saat itu, hubungan Minho dan Kidso merenggang. Tapi mereka tahu, mereka berdua masih memiliki perasaan yang sama. Kidso masih menyayangi Minho, begitu juga Minho. Saat bertemu di cafe waktu itu, Kidso dan Minho mulai berkiriman pesan lagi dan akhirnya mereka balikan. Rongek kaget mendengarnya. Sampai malam, Rongek masih tetap menangis kecil di tempat tidurnya. Paginya Rongek demam dan tidak pergi ke sekolah.



Saat Kidso dan Juyu pergi ke sekolah, Rongek mengirim pesan pada Minho, 'bisakah kita bertemu hari ini jam 1 di cafe?', Minho membalas 'ya baiklah'. Rongek mengendap-endap pergi keluar asrama. Saat mereka bertemu di cafe, suasana berubah menjadi canggung. Minho kebingungan, daritadi Rongek hanya melamun sambil mengaduk-aduk kopinya yang hampir dingin. Akhirnya Rongek membuka mulutnya, "Minho, punya hubungan apa kau dengan Kidso?" Rongek sudah berkaca-kaca. "Begini, awalnya aku sudah melupakan Kidso. Tetapi saat kita bertemu disini pertama kalinya, rasa sayangku pada Kidso muncul lagi. Aku juga awalnya tidak menyadarinya." kata Minho. "Tapi apa kau menyadarinya? Kau sudah memberi harapan kepadaku. Aku sudah berharap banyak padamu, Minho. Kau orang yang pertama kali aku sukai, tetapi kau juga yang sudah membuatku terjatuh sangat sakit." Rongek langsung pergi kembali ke asrama. Saat di asrama, Minho mengirim pesan 'Rongek maafkan aku, aku tidak bermaksud begitu. Maaf kalau aku sudah memberimu harapan. Tapi aku menyayangi Kidso. Kau sudah ku anggap seperti adik sendiri.' Melihat pesan itu semakin membuat Rongek sakit hati. Akhirnya Rongek memutuskan meninggalkan asrama itu dan lebih memilih home schooling. 



Saat liburan akhir pekan, Kidso dan Juyu mampir ke rumah Rongek. Saat mereka mengetuk pintu, pembantu Rongek yang keluar dan mengatakan, "Maaf, Nona tidak ingin bertemu dengan siapa-siapa saat ini." ditutup kembali pintu itu setelah pembantu Rongek mengatakannya. Rongek hanya melihat kedua temannya dari jendela kamarnya sambil memasang raut muka sedih. Setiap akhir pekan, Kidso dan Juyu berusaha bicara dengan Rongek tetapi selalu saja begitu jawaban pembantunya.



Sejak saat itu, Rongek kembali menjadi 'Rongek' yang dingin dan tertutup. Rongek tidak percaya lagi dengan siapapun kecuali 'penjaga'nya dan orang tuanya. Rongek tidak pernah berhubungan lagi dengan Kidso, Juyu, Taemin, maupun Minho.