Selasa, 20 Januari 2015

Fanfiction: Friendship and Love?




Author: @njiipink // @qsthimn


Main Cast:


Rongek (Chorong Apink)


Juyu (Namjoo Apink)


Kidso (Eunji Apink)


Minho (Shinee)


Taemin (Shinee)


Genre: Sad, Friendship


Length: one shoot


NB: Author buat Fanfiction ini untuk mengikuti event yang diadakan @APINKFAMSQ dan sengaja Author repost ulang agar kalian bisa membaca juga. Leave comment ya!^^ Kamsa~






Sebut saja namanya Rongek. Dia adalah gadis berumur 16 tahun yang bersekolah di sekolah asrama khusus putri. Orang tua Rongek sering meninggalkannya ke luar negeri untuk bekerja. Rongek tidak punya teman sejak kecil dan hidup dengan seorang 'penjaga' yang tidak bisa dilihat oleh siapa pun kecuali dirinya. Rongek hidup dengan 'penjaga' itu dari ia kecil.



Saat Rongek kecil, ia takut dengan kehadiran penjaga itu. Tetapi setiap saat Rongek terkena musibah, penjaga itu selalu menolongnya. Rongek pun lama-lama terbiasa dengan kehadirannya dan tidak takut lagi.




Hari ini adalah upacara menyambutan siswi baru di Sekolah Asrama Keputrian. Rongek sekarang sudah duduk di bangku SMA kelas 1, dia masih tidak memiliki teman dan sulit bersosialisasi.



Saat Rongek berdiam diri di tempat duduknya, ada dua orang siswi yang terlihat ingin berkenalan dengan Rongek. "Hai, sepertinya kau melamun saja daritadi. Namamu siapa?" sapa teman sekelas barunya itu. "Hai namaku Rongek, maaf kalau aku terlihat tidak peduli dan tidak ingin berkenalan dengan kalian. Tetapi, aku ini orangnya sangat tidak suka bersosialisasi dengan orang lain. Mungkin kau bisa mencari teman selain aku." jawab Rongek yang mungkin terlihat angkuh. "Kau sepertinya lebih suka sendiri ya? Namaku Kidso, dan ini temanku Juyu." jawab Kidso, "Hai Rongek, maaf ya kalau kami mengganggumu, kami hanya ingin tau namamu saja kok. Kidso, ayo kita kenalan dengan yang lain saja." kata Juyu yang rada kesal setelah mendengar jawaban Rongek yang kurang sopan. "Kalau begitu sampai jumpa, Rongek" Kidso pergi keluar kelas dengan Juyu, Rongek hanya membuang muka. Saat istirahat, Kidso dan Juyu pergi ke toilet. "Juyu, aku penasaran dengan anak itu." kata Kidso sambil membereskan rambutnya. "Siapa? Rongek? Sepertinya dia harus tau caranya bersosialisasi dan beretika yang baik. Dia sangat menyebalkan bagiku. Jangan sampai kita berteman ya dengannya." kata Juyu. Singkat cerita, bel pembelajaran sudah selesai, saatnya para siswi kembali ke asramanya. Letak gedung asramanya di sebelah gedung sekolahnya, jadi tidak terlalu jauh untuk para siswi kembali ke asrama. Gedung asrama ini memiliki 4 tingkat yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti lift, ruang makan bersama dan beberapa pembantu untuk merapikan kamar, memasak, dan lain-lain.



Hari ini pertama kalinya para siswi memasuki gedung asrama dan pembagian teman sekamar. Satu kamar hanya diisi 3 siswi. Saat melihat kertas pembagian kamar di papan pengumuman, 'penjaga' membisiki Rongek, "Nona, kau beruntung kali ini. Kau akan sekamar dengan Juyu dan Kidso di ruang 27 lantai 2. Kau ingat siswi yang tadi mengajakmu berkenalan di kelas? Sepertinya sebentar lagi kau akan memiliki teman." kata 'penjaga' itu. "Apa? Aku tidak butuh teman. Ada kau saja sudah cukup bagiku, mengerti? Jadi tetaplah bersamaku sampai aku mati." bisik Rongek kepada 'penjaga'. 



Saat memasuki kamar, nampaknya Kidso dan Juyu sedang merapikan pakaiannya di kamar. "Hei kau, siapa suruh kau masuk kesini?" kata Juyu yang sedikit kasar. "Hei Juyu, sudahlah. Kita memang sekamar dengannya." kata Kidso pelan. "Maaf tadi aku bersikap kurang sopan saat berkenalan." kata Rongek dengan raut wajah yang tidak begitu peduli. "Baiklah, Rongek. Mari berteman!" kata Kidso, Rongek hanya tersenyum paksa. "Hei bukankah aku sudah memperingatimu di toilet tadi? Jangan sampai kita berteman dengannya." bisik Juyu pada Kidso. "Sudahlah, lupakan kejadian tadi pagi, Juyu. Dia sepertinya baik kalau kita baikin." jawab Kidso.



Rongek merasa kurang nyaman dengan sikap Juyu. Dan timbul rasa penasaran Rongek kepada Juyu dan Kidso. Kenapa mereka ingin berkenalan dengannya, padahal sejak dulu tidak ada satu orang pun yang mau mengajak berkenalan Rongek, meliriknya saja sudah tidak mau.



Lama-kelamaan Rongek merasa nyaman berteman dengan Kidso dan Juyu, walaupun sikap dinginnya belum juga hilang. 'Penjaga' Rongek pun sudah jarang terlihat, ia lebih memilih tinggal di asramanya dibanding ikut ke gedung sekolah.



Setiap hari Sabtu dan Minggu, para siswi diperbolehkan meninggalkan asrama sampai jam 7 malam. Rongek, Juyu, dan Kidso kadang menonton bioskop atau sekedar makan di cafe. Rongek mulai bisa tertawa lepas dan sudah merasa sangat nyaman berteman dengan Kidso dan Juyu. Sama halnya dengan Juyu yang awalnya sangat kesal dengan Rongek.



Saat makan di cafe langganannya, Rongek melihat ada dua orang pria yang sepertinya mukanya tidak asing. Rongek baru ingat, kalau mereka adalah Taemin dan Minho, teman satu tempat les saat Rongek masih SMP. Kidso memperhatikan Rongek yang melamun melihat kedua pria itu. "Rong, kau kenapa?" Kidso kebingungan, Juyu terlihat tidak peduli karena sedang melahap es krimnya sambil memainkan hp. "Hah? Tidaak, aku hanya melihat dua pria itu, sepertinya aku pernah melihatnya." kata Rongek. "Yang itu? Ah itu teman SMP-ku, Minho dan Taemin. Kau mengenalnya?" jawab Kidso. "Ah tidak, sudah tau dari dulu aku tidak mempunyai teman, apalagi dia laki-laki." kata Rongek. "Mau dipanggilin kesini gak? Makan bareng aja biar seru, yaya?" kata Kidso, tiba-tiba Kidso memanggil mereka, "Minho! Taemin! Sini gabung dengan kami! Masih ada tempat kok haha." Kata Kidso kepada dua pria itu. "Loh Kidso? Ngapain disini? Bukannya kau sekolah asrama putri?" kata Minho, Taemin hanya mengangguk tanda meng-iya-kan perkataan Minho. "Hari ini hari bebas keluar asrama, Juyu nih ada Minho dan Taemin." Kidso mencolek pundak Juyu. "Ah hai Minho, Taemin. Apa kabar? Ohiya kenalin ini teman kami, Rongek." kata Juyu. "Rongek? Sepertinya aku pernah mendengar namanya." kata Taemin. "Iya pernah, di tempat les waktu kita SMP." kata Minho yang juga baru ingat. "Hai, apa kabar? Maaf kalau aku terlalu dingin." kata Rongek. "Iya tenang saja." kata Minho singkat dan sambil tersenyum. Tanpa disadari Rongek juga ikut tersenyum. Hari itu mereka berlima main bersama. Begitu pula minggu-minggu berikutnya. Mereka menjadi teman yang sangat dekat sejak awal bertemu di cafe.



Suatu malam, Rongek tidak bisa tidur disaat Kidso dan Juyu sudah pulas. Rongek ditemani mengobrol dengan 'penjaganya', "sepertinya ada sesuatu yang aneh, penjaga. Setiap aku melihat Minho tersenyum kepadaku, kenapa aku merasa berdebar ya? Apa aku kurang sehat?" kata Rongek. 'Penjaga' itu tersenyum dan berkata, "tenang saja, Nona. Itu hal yang biasa saat kamu diumur segini. Mungkin kau sudah mulai jatuh cinta dengannya". Rongek tidak mengerti dan tidak menjawab perkataan 'penjaga'nya itu.



Keesokan paginya, Rongek mengecek hpnya dan ada sms 'hai rongek, ini aku minho. Semoga harimu menyenangkan:)', Rongek tersenyum dan bingung Minho dapat nomernya dari siapa. Akhirnya Rongek hanya membalas 'ya, semoga harimu menyenangkan juga.'



Saat pulang sekolah, Rongek menerima pesan dari Minho, 'Rong, kalau tidak ada acara maukah main denganku hari sabtu ini?', Rongek tersenyum dan hanya menjawab 'ok'.



Hari Sabtu pun tiba. Rongek bersiap untuk bertemu dengan Minho. "Rong, mau kemana kamu?" kata Juyu. "Ah aku ingin keluar sebentar, orang tuaku hari ini pulang." kata Rongek berbohong. Rongek tidak mau ketahuan kalau dia akan pergi menemui Minho. Hari itu, Rongek jalan berdua dengan Minho. Rongek senang sekali, baru kali ini dia jalan berdua dengan laki-laki. Rongek selalu berdebar saat bertemu Minho. Di minggu-minggu berikutnya juga mereka jalan berdua. Kini mereka sudah sangat dekat dan Rongek seperti sangat berharap dengan Minho. Minho adalah laki-laki pertama yang bisa diandalkan. Mereka sering menghabiskan waktu liburan mereka bersama. Walaupun mereka hanya berteman, tetapi kadang mereka sudah seperti orang pacaran.



Suatu hari saat libur akhir pekan tiba, Rongek tidak ada janji bertemu dengan Minho. Tetapi Rongek memiliki firasat kalau Minho pasti ada di cafe langganannya itu untuk sekedar minum kopi. Pagi ini Juyu dan Kidso sudah tidak ada di kamar, mereka pergi keluar. Akhirnya Rongek memutuskan pergi ke cafe untuk melihat Minho. Tapi saat di jalan menuju cafe, Rongek melihat Minho, Taemin dan perempuan lain yang sudah tidak asing lagi bagi Rongek. Ya, itu Kidso dan Juyu. "Sedang apa mereka? Sepertinya mereka dekat sekali?" Rongek bertanya dalam hati. Saat itu Minho sedang berpegangan tangan dengan Kidso. Rongek sakit hati melihatnya, wajah Rongek memerah dan tidak kuat lagi membendung air matanya. Rongek lari menuju asramanya. Rongek tidak henti-hentinya menangis di kamar asrama.



Saat jam 6 malam, Kidso dan Juyu baru sampai di asrama. Saat memasuki kamar, Kidso dan Juyu melihat Rongek yang sedang menangis di tempat tidurnya. "Rong kau kenapa?" kata Juyu. "Rongek ceritalah, kami siap membantumu." kata Kidso. Rongek menghapus air matanya dan menatap mata Kidso. "Sejak kapan kau sedekat itu dengan Minho?" kata Rongek yang masih berkaca-kaca. "Ceritanya panjang, Rong. Ada apa kau bertanya seperti itu?" kata Kidso. Rongek tidak menjawab dan kembali melelapkan wajahnya ke bantal sambil menahan tangisannya. Kidso yang khawatir melihat Rongek seperti itu akhirnya menceritakannya.



Dulu saat SMP, Kidso sempat berpacaran dengan Minho. Tetapi saat memasuki bulan ke-6 mereka pacaran, Kidso memilih memutuskan Minho dengan alasan yang tak jelas. Sejak saat itu, hubungan Minho dan Kidso merenggang. Tapi mereka tahu, mereka berdua masih memiliki perasaan yang sama. Kidso masih menyayangi Minho, begitu juga Minho. Saat bertemu di cafe waktu itu, Kidso dan Minho mulai berkiriman pesan lagi dan akhirnya mereka balikan. Rongek kaget mendengarnya. Sampai malam, Rongek masih tetap menangis kecil di tempat tidurnya. Paginya Rongek demam dan tidak pergi ke sekolah.



Saat Kidso dan Juyu pergi ke sekolah, Rongek mengirim pesan pada Minho, 'bisakah kita bertemu hari ini jam 1 di cafe?', Minho membalas 'ya baiklah'. Rongek mengendap-endap pergi keluar asrama. Saat mereka bertemu di cafe, suasana berubah menjadi canggung. Minho kebingungan, daritadi Rongek hanya melamun sambil mengaduk-aduk kopinya yang hampir dingin. Akhirnya Rongek membuka mulutnya, "Minho, punya hubungan apa kau dengan Kidso?" Rongek sudah berkaca-kaca. "Begini, awalnya aku sudah melupakan Kidso. Tetapi saat kita bertemu disini pertama kalinya, rasa sayangku pada Kidso muncul lagi. Aku juga awalnya tidak menyadarinya." kata Minho. "Tapi apa kau menyadarinya? Kau sudah memberi harapan kepadaku. Aku sudah berharap banyak padamu, Minho. Kau orang yang pertama kali aku sukai, tetapi kau juga yang sudah membuatku terjatuh sangat sakit." Rongek langsung pergi kembali ke asrama. Saat di asrama, Minho mengirim pesan 'Rongek maafkan aku, aku tidak bermaksud begitu. Maaf kalau aku sudah memberimu harapan. Tapi aku menyayangi Kidso. Kau sudah ku anggap seperti adik sendiri.' Melihat pesan itu semakin membuat Rongek sakit hati. Akhirnya Rongek memutuskan meninggalkan asrama itu dan lebih memilih home schooling. 



Saat liburan akhir pekan, Kidso dan Juyu mampir ke rumah Rongek. Saat mereka mengetuk pintu, pembantu Rongek yang keluar dan mengatakan, "Maaf, Nona tidak ingin bertemu dengan siapa-siapa saat ini." ditutup kembali pintu itu setelah pembantu Rongek mengatakannya. Rongek hanya melihat kedua temannya dari jendela kamarnya sambil memasang raut muka sedih. Setiap akhir pekan, Kidso dan Juyu berusaha bicara dengan Rongek tetapi selalu saja begitu jawaban pembantunya.



Sejak saat itu, Rongek kembali menjadi 'Rongek' yang dingin dan tertutup. Rongek tidak percaya lagi dengan siapapun kecuali 'penjaga'nya dan orang tuanya. Rongek tidak pernah berhubungan lagi dengan Kidso, Juyu, Taemin, maupun Minho.

Selasa, 12 November 2013

Taylor Swift - Fifteen


You take a deep breath and you walk through the doors
It’s the morning of your very first day
You say “Hi” to your friends you ain’t seen in a while
Try and stay out of everybody’s way
It’s your freshman year and you’re gonna be here
For the next four years in this town
Hoping one of those senior boys will wink at you and say
“You know I haven’t seen you around, before”
’cause when you’re fifteen and somebody tells you they love you
You’re gonna believe them
And when you’re fifteen
Feeling like there nothing to figure out
Well count to ten, take it in
This is life before who you’re gonna be
Fifteen
You sit in class next to a redhead named Abigail
And soon enough you’re best friends
Laughing at the other girls who think they’re so cool
Well be out of here as soon as we can
And then you’re on your very first date and hes got a car
And you’re feeling like flying
And you’re mommas waiting up and you think hes the one
And you’re dancing round your room when the night end
When the night ends
’cause when you’re fifteen and somebody tell you they love you
You’re gonna believe them
When you’re fifteen and your first kiss
Makes your head spin round but
In your life you’ll do things greater than dating the boy of the football team
But I didn’t know it at fifteen
When all you wanted was to be wanted
Wish you could go back and tell yourself what you know now
Back then I swore I was gonna marry him someday
But I realized some bigger dreams of mine
And Abigail gave everything she had to a boy
Who changed his mind and we both cried
’cause when you’re fifteen and somebody tells you they love you
You’re gonna believe them
And when you’re fifteen, don’t forget to look before you fall
Ive found that time can heal most anything
And you just might find who you’re supposed to be
I didn’t know who I was supposed to be at fifteen
La la la la la .. la la la la la .. La la la la la
Your very first day
Take a deep breath girl
Take a deep breath as you walk through those doors


http://www.cariliriklagu.com/2009/11/lirik-lagu-fifteen-taylor-swift/
https://www.youtube.com/watch?v=Pb-K2tXWK4w

Sabtu, 09 November 2013

Malem Minggu-annya Para Nerd

Halooo.. Malem minggu kali ini gue nginep di rumah temen gueee::3 Emang ya kalo satnight-an sama temen rasanya gimanaa gitu, lebih seneng aja.. Bayangin yaaa, gue sama Aru satnight-an sama gadget masing-masing-_- iya, laptop kesayangannya sendiri, sambil ngobrol flashback SMP gitu deh soal ribut-ribut. Dari yang ngelabrak, nge-boss, sampe ke pegat-pegatnya jugaa-_- ngohhh. Akhirnya juga ya bisa main bareng lagi sama temen gue yang bisa dibilang "super sibuk" ini. Gimana gak kangen, dari SD kelas 1 sampe SMP kelas 3 selalu barenggg. Mulai dari liburan bareng, main bareng, bete bareng, seneng bareng, semuanya serba bareng deh pokoknya. Pas masuk SMA malah rada jauh, padahal rumahnya aja deketan, satu komplek, cuma beda RW-_- Gak tau gua yang pulangnya kesorean, gak tau dia yang ngilang mulu. Sempet gue mikir, dari SD sampe SMP bareng terus, SMA doang yang pisah, apa karna temen-temennya udah beda kali yaa, terus banyak tugas jugaa jadi gak sempet main lagi kayak dulu. Semoga kuliah kita bareng ya ruuu, aamiin.. Selamat sat(sad)night ya semuaaaaaaaaaaa!
ini twitter temen gue -> @nisarzkyy
visit her blog -> annisarizkyutomo.blogspot.com

Minggu, 22 September 2013

Fanfiction: My Last in Seoul Part I

Annyeong^^ woooossshh my first fanfiction!~ *suaramercon* (?) Welcome in my ff world! Thanks for reading, guys!;)

Author: @njiipink // @qsthimn
Tittle: My Last in Seoul
Main cast:
Kim Chan Mi
G-Dragon
Genre: romance, friendship
Warning: Sorry for typo. Do not copy or share without my permission!

#Author POV#

Seoul...kota itu menyimpan banyak kenangan antara Chanmi dan GD. Beberapa bulan GD tengah bersama yeoja lain di sebuah cafe. Awalnya, Chanmi kira itu bukan GD, dan akhirnya pada malam itu dengan gampangnya Chanmi mengakhiri hubungan ini. Chanmi melarikan diri ke negara lain, Paris. Dan sekarang saatnya Chanmi kembali ke Seoul...

# Kim Chan Mi POV #

"Dingin Seoul...sudah lama aku tidak kembali. Apa kabarnya GD sekarang?" Entahlah, bayangan GD terpikirkan lagi. Sudah berbulan-bulan kami tidak saling mengabari, tapi tetap saja aku tidak bisa menghapusnya dari pikiranku. Yeoja pabo. Saat ini Seoul sedang turun salju. Aku ingin langsung pulang ke rumahku, kamarku, haaah isi kamar yang selama ini aku rindukan, boneka-boneka pemberian GD untukku, suasana kamar yang pernah dihiasi GD disampingku, whoa...kenapa aku terus saja memikirkan dia, jinjja T^T
Dari bandara aku naik taxi untuk pergi ke shelter terdekat dari sana, aku sudah lama tidak naik bus Seoul. Dipikiranku masih terlintas wajah GD "aigo, mengapa kau tak menghilang dari pikiranku saja, namja jelek". Seorang namja lain duduk disebelahku yang juga sedang menunggu bus datang. "lihat namja itu, betapa tampannya dia" pikirku sambil tersenyum, "tidak seperti GD, si namja jelek itu...aish, mengapa aku masih memikirkannya? Huuf". Bus datang, aku naik bersama dengan namja itu. Haaah betapa tampannya dia...'-')/ Aku duduk bersebrangan dengan namja itu. Ku perhatikan namja itu baik-baik. Aniyo, bukan namja itu, tapi namja yang sedang bercakap dengan namja tampan itu. Sepertinya mereka saling kenal, dan aku mengenalnya! Ne, benar! Itu GD! Aish aku benar-benar kesal sekarang. Aku menutupi wajahku dengan buku yang sedang ku genggam saat itu *kapan ngambilnya coba ya-_- lanjut!*. Panjang umur namja jelek itu, baru saja terlintas dipikiranku.

Akhirnya tempat aku turun hampir sampai. Saat turun bus nampak seorang namja dibelakangku. Haah itu GD! Namja ini tidak boleh tau aku kembali ke Seoul. Saat aku terburu-buru untuk turun di shelter selanjutnya, aku tersandung. Memalukan sekali, GD nampak sangat dekat dengan ku sekarang, mukanya mendekati mukaku dan berkata "kau tak apa?" huaah suara itu...suara yang selama ini aku rindukan, masih sama seperti aku masih bersamanya. Aku masih menunduk dan aku jawab "aku tidak apa-apa, kau boleh pergi sekarang". Namja jelek itu masih berada dekatku tak beranjak. Mati aku, sepertinya dia mengenaliku. Dia mengangkat daguku dan berkata "sudah ku duga ini kau, kau masih sama cerobohnya seperti dulu, ayo bangun" dia menarik tanganku. "Apa maksudmu ceroboh? Aku hanya tidak sengaja terjatuh tadi" mukaku sedikit kesal sambil memangku tangan. "wae? Aku tak salah dengar? haha kau masih sama seperti yang aku rindukan, Chanmi". Suara dia memanggil namaku, aku sangat sangat merindukan hal itu. Sepertinya aku sudah biasa saja dengan masalah yang membuatku putus dengan GD, dan yang jadi masalah saat ini, apa benar aku menyukainya lagi? 

#G-Dragon POV#

Yeoja itu, sudah lama aku merindukannya, mencari kabar tentangnya. Ternyata dia tidak berubah, sama seperti yang aku rindukan selama ini. Entah kenapa sampai sekarang aku masih merasa bersalah dengannya mengenai yeoja lain yang sedang bersamaku di cafe. "Chanmi, maaf kalau aku mengingatkanmu soal hal ini, saat dicafe beberapa bulan lalu, itu hanya temanku, teman kecilku yang sudah ku anggap seperti dongsaeng ku sendiri, aku tidak bermaksud menduakanmu. Aku sebenarnya ingin melamarmu seminggu setelah itu, aku ingin meminta pendapatnya, apa yg harus aku lakukan saat aku ingin melamarmu nanti, mianhae" GD menunduk.

#Kim Chan Mi POV#

Apa? Yeoja itu temannya? Aigo, aku sudah melakukan hal yang bodoh. "JINJJA?! Itu temanmu? Aish aku sudah menuduhmu yang tidak-tidak. Mian oppa, mengapa kau tak menjelaskannya sejak awal?". "Sudahlah ini sudah berlalu, kalau seperti itu takdirnya mau diapakan lagi haha lagipula walaupun aku jelaskan saat itu pasti kau masih terbawa emosi, pasti kau tak akan mendengarnya kan? Jadi aku tahan saja" kata GD. "tapi oppa....." belum selesai bicara GD tersenyum sambil memegang pundakku dan berkata "sudahlah lupakan saja, lagipula kau pasti sudah menemukan namja yang lebih baik daripada aku kan? Hahaha sini aku bawakan bawaanmu, pasti kau mau langsung ke rumahmu, kan?", aku mengangguk perlahan sambil tersenyum dan merasa bersalah.

#Author POV#

Sesampainya di apartemen GD, GD mengambil kunci mobilnya dan kembali ke lantai bawah, kemudian.... /plak/

#G-Dragon POV#

"Ayo naik" kataku sambil membukakan pintu mobil. "Apa aku tidak merepotkanmu oppa?" wajah Chan Mi sedikit tidak enak. "sudaah masuklah, tuan putri *wink*". Wajah Chan Mi memerah, wajahnya yang membuatku gemes...^w^)/ *iniapa?!-_-heung* Sampai depan rumah Chan Mi. Ternyata yeoja ini tidur, wajahnya yang aku rindukan, yeoja yang membuatku tidak bisa beranjak dari masa lalu.  "kapan kau bisa bersamaku lagi, nun?" kata GD sambil mengelus kepala yeoja itu. Tiba-tiba yeoja itu bangun, GD melepaskan elusan tangannya dari kepala yeoja itu. "Kita sudah sampai? Mengapa kau tidak membangunkanku, jelek?" kata yeoja yg masih setengah sadar. "Baru saja aku ingin membangunkanmu, dasar bocah. Kau bilang aku jelek? Kalau aku jelek kau apaaa?" kataku berusaha membuat Chan Mi kesal. "Sudahlah, terimakasih ya sudah mau mengantarkanku kesini" yeoja itu turun dr mobil.

TO BE CONTINUED!~

Mian ne, lagi gaada inspirasi nih-_- hehe yg mau ngasih pendapat buat alur cerita selanjutnya dan kalo ada yg gatau bahasa korea diatas bisa nanya di comment ya. Leave comment, juseyo!~ ^^

Rabu, 10 Juli 2013

GG - I Got A Boy (Indonesia)

Ayo! GG! Apa kita mulai saja?
Omo! Coba lihat dia!
Ada apa dengannya kok memotong rambutnya? eung?
Omo! Lihat dia lagi!
Dari kepala sampai kaki style nya berubah
Kenapa begitu? Aku penasaran setengah mati
Kenapa begitu? Coba jelaskan padaku

Ha ha! Biarkan aku memperkenalkan diri!
Pembuat masalah datang! Ayo ikutin!
Oh ohh eh oh, oh ohh eh oh
Lumayan juga lo! 

Kenapa dia? lucu
Apa gak terlalu kegenitan? Melihatku dia cuek saja
Yea, aku rasa dia suka banget sama cowok itu
Nggak mungkin! Nggak mungkin!
Jadi begitu cantik, juga jadi seksi, karena cowok itu?
Hampir saja ku tanya, "Apa kau ganti make up?'

Sebenarnya, saat pertama kali aku bertemu
Matanya dalam seperti binatang buas yang terluka
Bicara dengannya membuat ku pusing
Lumayan juga lo! Lumayan juga lo!

Oh ohh eh oh, oh ohh eh oh
Lumayan juga lo! 
Oh ohh eh oh, oh ohh eh oh
Lumayan juga lo! 

Ayo! Stop! Biarkan aku menjelaskannya dengan sudut pandang lain!

Aku dapat cowok keren, Aku dapat cowok baik hati
Aku dapat cowok, cowok tampan, yang mencuri hatiku
Aku dapat cowok keren, Aku dapat cowok baik hati
Aku dapat cowok, cowok luar biasa, sepertinya aku sudah jatuh hati

Ahhh, Pangeranku~ Kapankah kau akan datang menyelamatkan ku?
Layaknya mimpi putih, kau akan memelukku dan membawaku terbang, kan?

Aku terkejut, Hilang akal
Orang itu ingin tau wajahku bila tanpa make up
Aku sangat menyukainya, apa aku harus pasrah dan tidak apakah bila tunjukan saja?
Oh, nggak boleh! benar kan? benar kan?
Ayo kita jaga apa yang harus dijaga! benar! benar!
Jangan lupakan hal ini saat kau telah dapatkan seluruh hatinya

Oh ohh eh oh, oh ohh eh oh
Sepanjang malam tak akan cukup
Oh ohh eh oh, oh ohh eh oh
Itulah seluruh kekhawatiran kita

Dengarkan aku, Kalian semua mengenalnya kan?
Meskipun masih muda, tapi dalamnya sudah dewasa
Meski kadang bisa diandalkan seperti seorang oppa
Kalau bertingkah aegyo, tampan sekali buat ku hampir mati

Oh ohh eh oh, oh ohh eh oh
Kau sudah gila, kau sudah gila
Oh ohh eh oh, oh ohh eh oh
Kau sudah gila, kau sudah gila

Aku sangat marah, cowok ku tak menganggapku layaknya wanita
Apa yang harus kulakukan saat persoalan seperti ini?
Haruskah kubuat dia cemburu saja? menyebalkan! harus bagaimana?
Nggak mungkin! Nggak mungkin!

Don't stop! Ayo kembali ke 1:40

Aku dapat cowok keren, Aku dapat cowok baik hati
Aku dapat cowok, cowok tampan, yang mencuri hatiku
Aku dapat cowok keren, Aku dapat cowok baik hati
Aku dapat cowok, cowok luar biasa, sepertinya aku sudah jatuh hati

Kapan pun di samping ku, ada di sisiku 
Kau yang terus mendengarkan ku
Kau~ Kau~
Kini aku bahagia saja karena semua nya berjalan baik

Aku dapat cowok keren, Aku dapat cowok baik hati
Aku dapat cowok, cowok tampan, yang mencuri hatiku
Aku dapat cowok keren, Aku dapat cowok baik hati
Aku dapat cowok, cowok luar biasa, sepertinya aku sudah jatuh hati
Aku dapat cowok keren!

GG - I Got A Boy

[Sooyoung] Ayo! GG! Yeah yeah sijakhae bolkka?
[All] Eo-meo! [Sooyoung] Yae jom bwara yae
Museun iri isseotgillae meoril jallatdae? Eung?
[All] Eo-meo! [Yuri] Tto yae jom borago!
Meoributeo balkkeutkkaji seutairi bakkwieosseo
Wae geuraetdae? Gunggeumhae jukgenne wae geuraetdae?
Malhae bwabwa jom

[Tiffany] Ha ha! Let me introduce myself!
Here comes trouble! Ttara hae! 
[All] Oh ohh eh oh. Oh ohh eh oh
[Jessica] Neo jallasseo jeongmal!

[Taeyeon] Jiga mwonde? Utgyeo
Neomu kotdae sen geo ani? Nabogo pyeongbeomhadanda yae
[Jessica] Eo~ geu namja wanjeon mame deureonna bwa!
[Taeyeon] Maldo andwae! Maldo andwae!
[Seohyun] Neomu yeppeojigo sexy-hae jyeosseo
Geu namja ttaemuniji?
Mureobol ppeon haetdanikka? Neo bakkun hwajangpumi mwonji

[Sunny] Sasil na, cheoeum bwasseo
Sangcheo ibeun yasu gateun gipeun nun
[Jessica] Yaegiman haedo eojil haetdanikka?
[Yuri/Sooyoung] Neo jallasseo jeongmal! Jallasseo jeongmal!

[All] Oh ohh eh oh. Oh ohh eh oh
[Taeyeon] Neo jallatda jeongmal!
Oh ohh eh oh. Oh ohh eh oh
[Sunny] neo jallasseo jeongmal!

[Tiffany] Ayo! Stop! Let me put it down another way.

[All] I got a boy meotjin! I got a boy chakhan!
I got a boy handsome boy nae mam da gajyeogan
I got a boy meotjin! I got a boy chakhan!
I got a boy awesome boy wanjeon banhaenna bwa

[Taeyeon] A nae wangjanim!
Eonje i momeul guhareo wa jusil tengayo?
[Sunny] Hayan kkumcheoreom
Nal pume ana ollyeo naraga jusigetjyo?

[Yoona] Na, kkamjjak! Menbungiya!
Geu sarameun nae min nachi gunggeumhadae
Wanjeon mame deureo mot igin cheok boyeojwodo gwaenchanheulkka?
[Hyoyeon] Oh! Jeoldaero andoeji! [Yoona] Geuchi? Geuchi?
[Hyoyeon] Uri, jikil geon jikija! [Yoona] Matji! Matji!
[Hyoyeon] Geuui mameul modu gajil ttaekkaji
Igeon jeoldaero ijeobeoriji mallago!

[All] Oh ohh eh oh. Oh ohh eh oh
[Yuri] Bameul saedo mojara da da
[All] Oh ohh eh oh. Oh ohh eh oh
[Sooyoung] Uri choego gwansimsa da da

[Seohyun] Nae mal deureobwa geu ai neone alji?
Jom eorijiman sogeun kkwak chasseo
[Tiffany] Eotteol ttaen oppacheoreom deumjikhajiman
Aegyoreul buril ttaen neomu yeppeo jukgesseo

[All] Oh ohh eh oh. Oh ohh eh oh
[Yoona] Neo michyeosseo, michyeosseo
[All] Oh ohh eh oh. Oh ohh eh oh
[Hyoyeon] Neo michyeosseo, michyeosseo

[Tiffany] Nan jeongmal hwaga na jukgesseo
Nae namjan nal yeojaro anboneun geol
[Taeyeon] Magyeonhal ttaen eotteokhamyeon naega jokenni?
Jilturado nage haebolkka? Soksanghae! Eotteokhae! Na?
[Yuri] Maldo an dwae! Maldo an dwae!

[Jessica] Don’t stop! Let’s bring it back to 140

[All] I got a boy meotjin! I got a boy chakhan!
I got a boy handsome boy nae mam da gajyeogan
I got a boy meotjin! I got a boy chakhan!
I got a boy awesome boy wanjeon banhaenna bwa

[Jessica] Eonjena nae gyeoten naepyeoni dwaejugo
Gwi giullyeojuneun
[Seohyun] Neo oh oh oh oh~ neo oh oh oh oh~
Nan idaero jigeum haengbokhae jal doel geonikka

[All] I got a boy meotjin! I got a boy chakhan!
I got a boy handsome boy nae mam da gajyeogan
I got a boy meotjin! I got a boy chakhan!
I got a boy awesome boy wanjeon banhaenna bwa (x2)
[All] I got a boy meotjin!
 

Selamat Puasa!:*

Hallo hallo, haaaiiii~ udah lama gak nulis hihi ciee puasa hari pertama cieee, sahur pertama cieee, bolos terawih pertama ciee(?) Selamat bulan Ramadhan yaa! Semoga semogi semogu._. serius nih, amin-in yaa, semoga kita diberi keberkahan, shalat makin rajin, jangan nyemen eaaa, dan semoga juga gue makin cantik._. amin yarabbal alamiinO:) udah lama gak terawih:") bukan bukan, maksud gue udah lama gak bolos terawih malah main petasan-_- wkwk tapi yaaa, gak tau kenapa ramadhan kali ini gue sedih gaada bokap, kayaknya tahun kemaren udah biasa aja:( semoga bokap tenang disana, diberikan tempat yg paling mulia disisi Allah SWT. semoga tempat kuburnya diberikan cahaya dikanan dikiri atas bawah depan belakang, aamiin. Tuhkan sedih, tuhkan pengen nangis tuhkan tuhkan:'(:'( udah yaaa puasa nangis tuh bikin batal, iya batal kalo air matanya masuk mulut. Makanya nih yaaa, gue saranin buat galauers disanaaa iyaiya itu disana tuh yaaa disanaa iya kamu kamu padaa ya, udah deh lu stop dulu galau-in mantan yg punya gebetan baru, pacar yang selingkuh, sampe kucing lu udah punya pacar, lu stop galau lu dulu di bulan Ramadhan, kan penuh berkahO:) oke ini tambah gaje, mending udahan ya-_- yaudah gue juga mau melanjutkan tidur gue juga yg tertunda karna "berkah" sahur. Semoga puasa kita full yaaa, gak boleh ada yg nyemen. Yakali puasa nyemen, setan aja udh dikurung, kalo lu nyemen berarti lu sendiri setannya, dasar setan-_- byeee!~