Main Cast:
Rongek (Chorong Apink)
Juyu (Namjoo Apink)
Kidso (Eunji Apink)
Minho (Shinee)
Taemin (Shinee)
Genre: Sad, Friendship
Length: one shoot
NB: Author buat Fanfiction ini untuk mengikuti event yang diadakan @APINKFAMSQ dan sengaja Author repost ulang agar kalian bisa membaca juga. Leave comment ya!^^ Kamsa~
Sebut saja namanya Rongek. Dia adalah gadis berumur 16 tahun yang
bersekolah di sekolah asrama khusus putri. Orang tua Rongek sering
meninggalkannya ke luar negeri untuk bekerja. Rongek tidak punya teman sejak
kecil dan hidup dengan seorang 'penjaga' yang tidak bisa dilihat oleh siapa pun
kecuali dirinya. Rongek hidup dengan 'penjaga' itu dari ia kecil.
Saat Rongek kecil, ia takut dengan kehadiran penjaga itu. Tetapi setiap
saat Rongek terkena musibah, penjaga itu selalu menolongnya. Rongek pun
lama-lama terbiasa dengan kehadirannya dan tidak takut lagi.
Hari ini adalah upacara menyambutan siswi baru di Sekolah Asrama Keputrian.
Rongek sekarang sudah duduk di bangku SMA kelas 1, dia masih tidak memiliki
teman dan sulit bersosialisasi.
Saat Rongek berdiam diri di tempat duduknya, ada dua orang siswi yang
terlihat ingin berkenalan dengan Rongek. "Hai, sepertinya kau melamun saja
daritadi. Namamu siapa?" sapa teman sekelas barunya itu. "Hai namaku
Rongek, maaf kalau aku terlihat tidak peduli dan tidak ingin berkenalan dengan
kalian. Tetapi, aku ini orangnya sangat tidak suka bersosialisasi dengan orang
lain. Mungkin kau bisa mencari teman selain aku." jawab Rongek yang
mungkin terlihat angkuh. "Kau sepertinya lebih suka sendiri ya? Namaku
Kidso, dan ini temanku Juyu." jawab Kidso, "Hai Rongek, maaf ya kalau
kami mengganggumu, kami hanya ingin tau namamu saja kok. Kidso, ayo kita
kenalan dengan yang lain saja." kata Juyu yang rada kesal setelah
mendengar jawaban Rongek yang kurang sopan. "Kalau begitu sampai jumpa,
Rongek" Kidso pergi keluar kelas dengan Juyu, Rongek hanya membuang muka.
Saat istirahat, Kidso dan Juyu pergi ke toilet. "Juyu, aku penasaran
dengan anak itu." kata Kidso sambil membereskan rambutnya. "Siapa?
Rongek? Sepertinya dia harus tau caranya bersosialisasi dan beretika yang baik.
Dia sangat menyebalkan bagiku. Jangan sampai kita berteman ya dengannya."
kata Juyu. Singkat cerita, bel pembelajaran sudah selesai, saatnya para siswi
kembali ke asramanya. Letak gedung asramanya di sebelah gedung sekolahnya, jadi
tidak terlalu jauh untuk para siswi kembali ke asrama. Gedung asrama ini memiliki
4 tingkat yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti lift, ruang makan
bersama dan beberapa pembantu untuk merapikan kamar, memasak, dan lain-lain.
Hari ini pertama kalinya para siswi memasuki gedung asrama dan pembagian
teman sekamar. Satu kamar hanya diisi 3 siswi. Saat melihat kertas pembagian
kamar di papan pengumuman, 'penjaga' membisiki Rongek, "Nona, kau
beruntung kali ini. Kau akan sekamar dengan Juyu dan Kidso di ruang 27 lantai
2. Kau ingat siswi yang tadi mengajakmu berkenalan di kelas? Sepertinya
sebentar lagi kau akan memiliki teman." kata 'penjaga' itu. "Apa? Aku
tidak butuh teman. Ada kau saja sudah cukup bagiku, mengerti? Jadi tetaplah
bersamaku sampai aku mati." bisik Rongek kepada 'penjaga'.
Saat memasuki kamar, nampaknya Kidso dan Juyu sedang merapikan pakaiannya
di kamar. "Hei kau, siapa suruh kau masuk kesini?" kata Juyu yang
sedikit kasar. "Hei Juyu, sudahlah. Kita memang sekamar dengannya."
kata Kidso pelan. "Maaf tadi aku bersikap kurang sopan saat
berkenalan." kata Rongek dengan raut wajah yang tidak begitu peduli.
"Baiklah, Rongek. Mari berteman!" kata Kidso, Rongek hanya tersenyum
paksa. "Hei bukankah aku sudah memperingatimu di toilet tadi? Jangan
sampai kita berteman dengannya." bisik Juyu pada Kidso. "Sudahlah,
lupakan kejadian tadi pagi, Juyu. Dia sepertinya baik kalau kita baikin."
jawab Kidso.
Rongek merasa kurang nyaman dengan sikap Juyu. Dan timbul rasa penasaran
Rongek kepada Juyu dan Kidso. Kenapa mereka ingin berkenalan dengannya, padahal
sejak dulu tidak ada satu orang pun yang mau mengajak berkenalan Rongek,
meliriknya saja sudah tidak mau.
Lama-kelamaan Rongek merasa nyaman berteman dengan Kidso dan Juyu, walaupun
sikap dinginnya belum juga hilang. 'Penjaga' Rongek pun sudah jarang terlihat,
ia lebih memilih tinggal di asramanya dibanding ikut ke gedung sekolah.
Setiap hari Sabtu dan Minggu, para siswi diperbolehkan meninggalkan asrama
sampai jam 7 malam. Rongek, Juyu, dan Kidso kadang menonton bioskop
atau sekedar makan di cafe. Rongek mulai bisa tertawa lepas dan sudah merasa
sangat nyaman berteman dengan Kidso dan Juyu. Sama halnya dengan Juyu yang
awalnya sangat kesal dengan Rongek.
Saat makan di cafe langganannya, Rongek melihat ada dua orang pria yang
sepertinya mukanya tidak asing. Rongek baru ingat, kalau mereka adalah Taemin
dan Minho, teman satu tempat les saat Rongek masih SMP. Kidso memperhatikan
Rongek yang melamun melihat kedua pria itu. "Rong, kau kenapa?" Kidso
kebingungan, Juyu terlihat tidak peduli karena sedang melahap es krimnya sambil
memainkan hp. "Hah? Tidaak, aku hanya melihat dua pria itu, sepertinya aku
pernah melihatnya." kata Rongek. "Yang itu? Ah itu teman SMP-ku,
Minho dan Taemin. Kau mengenalnya?" jawab Kidso. "Ah tidak, sudah tau
dari dulu aku tidak mempunyai teman, apalagi dia laki-laki." kata Rongek.
"Mau dipanggilin kesini gak? Makan bareng aja biar seru, yaya?" kata
Kidso, tiba-tiba Kidso memanggil mereka, "Minho! Taemin! Sini gabung
dengan kami! Masih ada tempat kok haha." Kata Kidso kepada dua pria itu.
"Loh Kidso? Ngapain disini? Bukannya kau sekolah asrama putri?" kata
Minho, Taemin hanya mengangguk tanda meng-iya-kan perkataan Minho. "Hari
ini hari bebas keluar asrama, Juyu nih ada Minho dan Taemin." Kidso mencolek
pundak Juyu. "Ah hai Minho, Taemin. Apa kabar? Ohiya kenalin ini teman
kami, Rongek." kata Juyu. "Rongek? Sepertinya aku pernah mendengar
namanya." kata Taemin. "Iya pernah, di tempat les waktu kita
SMP." kata Minho yang juga baru ingat. "Hai, apa kabar? Maaf kalau
aku terlalu dingin." kata Rongek. "Iya tenang saja." kata Minho
singkat dan sambil tersenyum. Tanpa disadari Rongek juga ikut tersenyum. Hari
itu mereka berlima main bersama. Begitu pula minggu-minggu berikutnya. Mereka
menjadi teman yang sangat dekat sejak awal bertemu di cafe.
Suatu malam, Rongek tidak bisa tidur disaat Kidso dan Juyu sudah pulas.
Rongek ditemani mengobrol dengan 'penjaganya', "sepertinya ada sesuatu
yang aneh, penjaga. Setiap aku melihat Minho tersenyum kepadaku, kenapa aku
merasa berdebar ya? Apa aku kurang sehat?" kata Rongek. 'Penjaga' itu
tersenyum dan berkata, "tenang saja, Nona. Itu hal yang biasa saat kamu
diumur segini. Mungkin kau sudah mulai jatuh cinta dengannya". Rongek
tidak mengerti dan tidak menjawab perkataan 'penjaga'nya itu.
Keesokan paginya, Rongek mengecek hpnya dan ada sms 'hai rongek, ini aku
minho. Semoga harimu menyenangkan:)', Rongek tersenyum dan bingung Minho dapat
nomernya dari siapa. Akhirnya Rongek hanya membalas 'ya, semoga harimu
menyenangkan juga.'
Saat pulang sekolah, Rongek menerima pesan dari Minho, 'Rong, kalau tidak
ada acara maukah main denganku hari sabtu ini?', Rongek tersenyum dan hanya
menjawab 'ok'.
Hari Sabtu pun tiba. Rongek bersiap untuk bertemu dengan Minho. "Rong,
mau kemana kamu?" kata Juyu. "Ah aku ingin keluar sebentar, orang tuaku
hari ini pulang." kata Rongek berbohong. Rongek tidak mau ketahuan kalau
dia akan pergi menemui Minho. Hari itu, Rongek jalan berdua dengan Minho.
Rongek senang sekali, baru kali ini dia jalan berdua dengan laki-laki. Rongek selalu
berdebar saat bertemu Minho. Di minggu-minggu berikutnya juga mereka jalan
berdua. Kini mereka sudah sangat dekat dan Rongek seperti sangat berharap
dengan Minho. Minho adalah laki-laki pertama yang bisa diandalkan. Mereka
sering menghabiskan waktu liburan mereka bersama. Walaupun mereka hanya
berteman, tetapi kadang mereka sudah seperti orang pacaran.
Suatu hari saat libur akhir pekan tiba, Rongek tidak ada janji bertemu
dengan Minho. Tetapi Rongek memiliki firasat kalau Minho pasti ada di cafe
langganannya itu untuk sekedar minum kopi. Pagi ini Juyu dan Kidso sudah tidak
ada di kamar, mereka pergi keluar. Akhirnya Rongek memutuskan pergi ke cafe
untuk melihat Minho. Tapi saat di jalan menuju cafe, Rongek melihat Minho,
Taemin dan perempuan lain yang sudah tidak asing lagi bagi Rongek. Ya, itu
Kidso dan Juyu. "Sedang apa mereka? Sepertinya mereka dekat sekali?"
Rongek bertanya dalam hati. Saat itu Minho sedang berpegangan tangan dengan
Kidso. Rongek sakit hati melihatnya, wajah Rongek memerah dan tidak kuat lagi
membendung air matanya. Rongek lari menuju asramanya. Rongek tidak
henti-hentinya menangis di kamar asrama.
Saat jam 6 malam, Kidso dan Juyu baru sampai di asrama. Saat
memasuki kamar, Kidso dan Juyu melihat Rongek yang sedang menangis di tempat
tidurnya. "Rong kau kenapa?" kata Juyu. "Rongek ceritalah, kami
siap membantumu." kata Kidso. Rongek menghapus air matanya dan menatap
mata Kidso. "Sejak kapan kau sedekat itu dengan Minho?" kata Rongek
yang masih berkaca-kaca. "Ceritanya panjang, Rong. Ada apa kau bertanya seperti
itu?" kata Kidso. Rongek tidak menjawab dan kembali melelapkan wajahnya ke
bantal sambil menahan tangisannya. Kidso yang khawatir melihat Rongek seperti
itu akhirnya menceritakannya.
Dulu saat SMP, Kidso sempat berpacaran dengan Minho. Tetapi saat memasuki
bulan ke-6 mereka pacaran, Kidso memilih memutuskan Minho dengan alasan yang
tak jelas. Sejak saat itu, hubungan Minho dan Kidso merenggang. Tapi mereka
tahu, mereka berdua masih memiliki perasaan yang sama. Kidso masih menyayangi Minho,
begitu juga Minho. Saat bertemu di cafe waktu itu, Kidso dan Minho mulai
berkiriman pesan lagi dan akhirnya mereka balikan. Rongek kaget mendengarnya.
Sampai malam, Rongek masih tetap menangis kecil di tempat tidurnya. Paginya
Rongek demam dan tidak pergi ke sekolah.
Saat Kidso dan Juyu pergi ke sekolah, Rongek mengirim pesan pada Minho,
'bisakah kita bertemu hari ini jam 1 di cafe?', Minho membalas 'ya
baiklah'. Rongek mengendap-endap pergi keluar asrama. Saat mereka bertemu di
cafe, suasana berubah menjadi canggung. Minho kebingungan, daritadi Rongek
hanya melamun sambil mengaduk-aduk kopinya yang hampir dingin. Akhirnya Rongek
membuka mulutnya, "Minho, punya hubungan apa kau dengan Kidso?"
Rongek sudah berkaca-kaca. "Begini, awalnya aku sudah melupakan Kidso. Tetapi
saat kita bertemu disini pertama kalinya, rasa sayangku pada Kidso muncul lagi.
Aku juga awalnya tidak menyadarinya." kata Minho. "Tapi apa kau
menyadarinya? Kau sudah memberi harapan kepadaku. Aku sudah berharap banyak
padamu, Minho. Kau orang yang pertama kali aku sukai, tetapi kau juga yang
sudah membuatku terjatuh sangat sakit." Rongek langsung pergi kembali ke
asrama. Saat di asrama, Minho mengirim pesan 'Rongek maafkan aku, aku tidak
bermaksud begitu. Maaf kalau aku sudah memberimu harapan. Tapi aku menyayangi
Kidso. Kau sudah ku anggap seperti adik sendiri.' Melihat pesan itu semakin
membuat Rongek sakit hati. Akhirnya Rongek memutuskan meninggalkan asrama itu
dan lebih memilih home schooling.
Saat liburan akhir pekan, Kidso dan Juyu mampir ke rumah Rongek. Saat
mereka mengetuk pintu, pembantu Rongek yang keluar dan mengatakan, "Maaf,
Nona tidak ingin bertemu dengan siapa-siapa saat ini." ditutup kembali
pintu itu setelah pembantu Rongek mengatakannya. Rongek hanya melihat kedua
temannya dari jendela kamarnya sambil memasang raut muka sedih. Setiap akhir
pekan, Kidso dan Juyu berusaha bicara dengan Rongek tetapi selalu saja begitu
jawaban pembantunya.
Sejak saat itu, Rongek kembali menjadi 'Rongek' yang dingin dan tertutup.
Rongek tidak percaya lagi dengan siapapun kecuali 'penjaga'nya dan orang
tuanya. Rongek tidak pernah berhubungan lagi dengan Kidso, Juyu, Taemin, maupun
Minho.

0 komentar:
Posting Komentar